Artikel
Sejarah Desa Tenga
Desa Tenga adalah merupakan salah satu desa dari 15 (Lima belas) Desa yang ada di bagian selatan bukan pusat kegiatan Kecamatan Woha dengan luas wilayah 266. Ha. Dengan jumlah penduduk 1.513 jiwa yang terdiri dari laki-laki sebanyak 843 orang, Perempuan sebanyak 670 orang dan memiliki Kepala Keluarga sebanyak 392 KK dengan batas-batas wilayah :
- Sebelah Utara : Desa naru Kec. Woha
- Sebelah Selatan : Desa Baralau Kec. Monta
- Sebelah Barat : Desa keli Kec. Woha
- Sebelah Timur : Desa Renda Kec. Belo
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat Desa Tenga pada umumnya memiliki mata pencaharian sebagai petani yang lebih terarah pada bidang Pertanian, Perkebunan, Peternakan, dll.
Dari penuturan Orang-orang Masyarakat Desa Tenga pada waktu dulu bergabung dengan Desa waduwani karena masyarakatnya masih sedikit. Dari tahun ketahun masyarakat terus bertambah maka masyarakat Tenga berpisah dengan masyarakat waduwani ada Tahun 2002 untuk menjadi kampung sendiri berikut asal mula nama Desa Tenga.
Menurut Sejarah dari Turun Temurun Desa mempunyai sejarah yang unik di bandingkan dengan Desa yang lain. Pada Jaman Dulu Seluruh Pemimpin Desa atau pun gelara / Ompu masing-masing Kampung melaksanakan Acara Doa bersama di atas Puncak Lamada, tembaromba, mangge colu dan wadu tanda rahi yang sekarang berbatasan dengan Desa keli Kec. Woha Acara Do,a tersebut Menyembelih Kerbau maka di undanglah semua pemimpin kampung untuk Musyawarah menentukan Nama Kampung, pada saat itu Utusan yang berasal dari tokoh-tokoh masyarakat desa tenga yang sekarang di abadikan menjadi nama sebuah desa tadei karena dikelilingi oleh desa lain dan gunung-gunung seiring dengan persoalan tersebut diatas Semua orang Sudah melaksanakan Acara Doa dan Pembentukan jatidri sebuah desa sehingga diabadikan menjadi sebuah kampo Ta,Dei (Tenga).
Desa Tenga pada waktu dulu Pusat Desanya berada 200 m di bagian barat dari pusat Desanya sekarang dengan alasan jauh dari jalan raya yang sekarang masih di ucapkan oleh semua orang HIDI RASA MANTOI, dari perkembangan Jaman ke jaman terjadi perubahan mengakibatkan tempat kantor tersebut dialihkan kebagian timur sampai dengan sekarang. Maka dari pemerintahan Desa mengajak Masyarakat untuk berpindah akhirnya tahun demi tahun semua masyarakat berpindah di tempat tinggal sekarang.
Desa Tenga pada jaman dulu sangat subur karena di lewati oleh Sungai yang berasal dari pusat mata Air yaitu mata Air, oi ua, Oi kudi, dan oi lamada. Namun yang unik lagi di Desa Tenga adalah mata air Oi Lamada yaitu mata Air yang keluar dari sela-sela bebatuan Tumbuhan yang keluar seperti mata air yang keluar dengan sendirinya atau spontanitas maka air itu dijadikan oleh warga tenga dan sekitarnya dijadikan tempat keramat. yang biasa di sebut oleh orang Bima pergi najar.
Desa tenga pernah dilalui oleh sultan-sultan bima dalam terjadinya perang ngali ada tempat-tempat khusus yang dilalui oleh sultan bima sebelum menyekesaikan persoalan dingali hal itu terjadi pada sultan indra jambrut, masa jaman kerajaan dulu sebagi Pusat Persinggahan Kerajaan Bima dalam melakukan pelayaran sehingga dalam sebuah gunung yang ada di desa tengan ini terkenal dengan wadu ntanda rahi yang menyaksikan suaminya yang pergi berlayar.
Desa Tenga dari Dulu ada tiga tempat Perkampungan yaiti kampung tololembo, kota malino, katipu, Tempat Tinggal yang terpisah berkat Giat Kepemimpinan mampu untuk menyatukan Masyarakat Mulai dari Kepemimpinan Ompu dan Gelarang Sampai dengan Kepala Desa Sekarang ini. Berikut Urutan Kepemimpinan Desa Tenga.
Ompu Ria
Umar Tetal Imo
Hama Ama Biba
Yasin Tetal Bawa
Mansyur Ama Jija
H. Arsyad H. Ali
Jainudin
M. Sale Abidin
Hairudin Husen B.A
Abdul Khaer M. Sidik
Ruslan H. Yusuf
Ismail Arsyad, S.Pd
Sardin, S.E
Demikian Sekilas Sejarah Desa Tenga Kecamatan Woha Kabupaten Bima
Warga Desa Tenga Bersatu, Gotong Royong Massal Atasi Potensi Banjir Musim Hujan
pelatihan pengaplikasian Aplikasi Opensid Di Kabupaten Dompu

